- Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), Rembang Karyo menjelaskan produk AMDK wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) mulai Juli 2010 (gatra.com tgl.23-03-2010). Setiap produk AMDK wajib mencantumkan label yang berisi keterangan tentang produk mereka, apakah tergolong produk air mineral atau produk air demineral (tidak mengandung mineral).
- Proses produksi AMDK (klm-micro.com/blog/pedoman-proses-amdk):
- Menurut Ketua Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), potensi bisnis air di Indonesia memang menggiurkan (wartaekonomi.co.id tgl.25-06-2009). Sampai tahun 2008, PDAM baru bisa melayani kebutuhan sekitar 40% penduduk perkotaan dan 8% penduduk pedesaan, sedangkan kebutuhan akan air bersih tumbuh 1,5% per tahun.
- Potensi bisnis AMDK masih terbuka lebar (wartaekonomi.co.id tgl.26-06-2009). Hal ini karena:
- Bisnis AMDK diperkirakan bakal mencapai titik jenuh ketika volume produksi nasional mencapai 20 milyar liter atau setara dengan 80 liter per kapita per tahun (wartaekonomi.co.id tgl.26-06-2009). Padahal pada tahun 2009 volume produksi nasional baru mencapai 12,8 milyar liter – sekitar 88% dari total kapasitas produksi nasional sebesar 14,5 milyar liter.
- Bisnis AMDK relatif tahan terhadap krisis ekonomi (wartaekonomi.co.id tgl.26-06-2009). Pada krisis ekonomi 1998, produksi makanan dan minuman terkena imbas paling akhir. Sedangkan pada krisis ekonomi 2009, kondisi bisnis masih cukup baik meskipun mengalami stagnan.
- Tingkat konsumsi AMDK Indonesia relatif masih rendah jika dibandingkan negara lain (wartaekonomi.co.id tgl.26-06-2009). Tingkat konsumsi AMDK nasional pada 2009 mencapai 45 liter per kapita per tahun. Pada tahun 2007, di Thailand, sudah mencapai 95 liter, sedangkan pada tahun 2005 di Perancis mencapai140 liter dan di Italia 165 liter.
- Ketua Umum Asosiasi Air Kemasan Indonesia (AMDK) Hendro Baruno menyatakan konsumsi AMDK terus mengalami peningkatan, rata-rata tumbuh 11-12 persen per tahun (sindonews.com tgl.18-01-2012). Pada 2011, konsumsi AMDK mencapai 17,9 miliar liter dan pada tahun 2012 diperkirakan bisa mencapai 19,8 miliar liter.
- Sepanjang 2011, penurunan konsumsi AMDK terjadi bulan Februari karena faktor musim hujan dan Agustus karena bertepatan dengan bulan puasa. Memasuki September hingga Desember 2011, konsumsi AMDK berada pada titik tertinggi, yakni 1,6 miliar liter per bulan (sindonews.com tgl.18-01-2012). Konsumsi tertinggi terjadi di kawasan Jabodatabek yakni 39 persen. Untuk keseluruhan pulau Jawa adalah 40 persen dan daerah lainnya 21 persen.
- Ketua Aspadin Jateng, Willy Bintoro Chandra, menyatakan penjualan AMDK di Jateng tahun 2010 diperkirakan tumbuh 10%-15%, menjadi sekitar 1,5 milyar liter per tahun (suaramerdeka.com tgl. 15-03-2010). Jumlah ini sekitar 20% dari prediksi penjualan nasional.
- Peta dan penguasaan pasar AMDK tidak merata (wartaekonomi.co.id tgl.26-06-2009). Sekitar 70% pasar AMDK ada di Jawa.
- Sekitar 39% atau 4,99 milyar liter dari total produksi AMDK pada 2009 dikonsumsi di wilayah Jabodetabek (web.bisnis.com tgl.24-03-2010). Kemudian 40% konsumsi didominasi Jawa Barat, Jawa timur dan Jawa Tengah.
- Saat ini, ada sekitar 1.500 merek AMDK di Indonesia (sindonews.com tgl.18-01-2012).
- Persaingan bisnis AMDK di Pulau Jawa sangat ketat karena banyaknya produsen AMDK (m.suaramerdeka.com tgl.29-06-2009). Di wilayah Jateng – DIY, tercatat ada 22 perusahaan di Jateng dan 1 perusahaan di DIY.
- Berdasarkan data Aspadin, anggota asosiasi tersebut mencapai 165 perusahaan (wartaekonomi.co.id tgl.25-06-2009). Di luar Aspadin, terdapat 185 perusahaan AMDK lain yang masih aktif berproduksi. Semua perusahaan, baik yang menjadi anggota Aspadin maupun tidak, menjual sekitar 600 merk AMDK.
- Di antara anggota Aspadin, merk Aqua menguasai sekitar 45%-55% pangsa pasar AMDK di Indonesia (wartaekonomi.co.id tgl.26-06-2009). Pemain lainnya seperti Ades, Sosro (Prim-A), Club dan 2 Tang menguasai 30%-35%.
- Industri AMDK juga menghadapi persaingan dengan produk air minum isi ulang yang berpotensi menggerus omzet industri AMDK (web.bisnis.com tgl.25-07-2009). Ketua Aspadin Indonesia, Willy Sidharta mengungkapkan terdapat sekitar 4.000 unit usaha air minum isi ulang di Indonesia pada 2008, sekitar 5%-7% di antaranya atau 200-280 perusahaan menjual produknya ke pasar ritel. Setiap perusahaan diperkirakan memproduksi sekitar 40 botol air isi ulang per hari ke pasar ritel.
- Profil industri AMDK
Uraian
|
2006
|
2007
|
2008
|
Jumlah perusahaan (unit)
|
490
|
518
|
528
|
Total kapasitas (milyar liter)
|
11,5
|
13,0
|
14,5
|
Produksi riil (milyar liter)
|
10,3
|
11,6
|
13,0
|
Jumlah tenaga kerja (orang)
|
25.326
|
26.537
|
27.806
|
